Memperkuat Solidaritas Sosial Melalui Khazanah Legenda Syekh QuroSebagai Kearifan Lokal Di Kabupaten Karawang
Kata Kunci:
solidaritas sosial, kearifan lokal, legenda Syekh QuroAbstrak
Legenda “Syekh Quro” sebagai legenda keagamaan menyimpan khazanah kearifan lokal yang berharga untuk pembangunan mental masyarakat Karawang. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai solidaritas sosial dalam legenda “Syekh Quro” berdasarkan telaah struktur, fungsi, dan makna. Penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan tradisi lisan sebagai prinsip penelitian. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi dan wawancara dengan peneliti sebagai instrumen kunci (human instrument). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur legenda “Syekh Quro” menggambarkan alur cerita yang menopang misi penyebaran agama Islam. Struktur tersebut berkaitan dengan fungsi legenda tersebut sebagai sistem proyeksi, pengesah kebudayaan, alat pendidikan, alat kritik sosial, dan alat pemaksa berlakunya norma-norma sosial dalam masyarakat. Hal ini terungkap dalam wujud strategi pengislaman yang meliputi strategi pernikahan, pendidikan, perniagaan, kekuasaan, dan kebudayaan. Strategi tersebut berpotensi dijadikan upaya pemerkuat solidaritas sosial dalam masyarakat di tengah keretakan solidaritas kebangsaan sehingga urgensi penelitian ini akan berdampak pada peningkatan iklim masyarakat Karawang yang madani kini dan nanti.
Referensi
Amir, A. (2013). Sastra Lisan Indonesia. Yogyakarta: Andi.
Anita, D. (2014). “Walisongo: Mengislamkan Tanah Jawa (Suatu Kajian Pustaka)”. Jurnal Wahana Akademika, 1 (2), 243-266.
Apandi, F. (2011). Peranan Syaikh Quro dalam Penyebaran Agama Islam di Jawa Barat Abad XV M. Jakarta: UIN Syarief Hidayatullah Jakarta.
BPS Karawang. (2025). Karawang Dalam Angka 2025. Karawang: BPS Karawang.
Danandjaja, J. (1984). Folklore Indonesia Ilmu Gosip, Dongeng, Dan Lain-Lain. Jakarta: Grafiti Pers.
Danandjaja, J. (2008). Pendekatan Folklor dalam Penelitian Bahan-Bahan Tradisi Lisan. (M. Pudentia, Penerj.) Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan.
Durkheim, E. (1984). The Division of Labour in Society. (W. Halls, Penerj.) London: The Macmillan Press Ltd.
Endraswara, S. (2009). Metodologi Penelitian Folklore (Konsep, Teori, dan Aplikasi). Jakarta:: MedPress.
Fatimah, S. (2011). “Peran Nyi Mas Rara Santang di Balik Kesuksesan Sunan Gunung Jati”. Jurnal Holistik, 12 (2), 137-154.
Hafid, A. (2015). “Budaya spiritual Mengenal Makam Syekh Muhammad Amir di Kabupaten Bantaeng”. Jurnal Sejarah dan Budaya Walasuji, 6 (1), 139-152.
Hutomo, S. S. (1991). Mutiara yang Terlupakan (Pengantar Studi Sastra Lisan). Jawa Timur: HISKI.
Kurnia, R. (2009). Tempat dan Peristiwa Sejarah di Jawa Barat. Jakarta: Sadana Panca Karya Nusa.
Kuswandi. (2013). “Peran Syekh H. Zaenuddin dalam syiar Islam di Desa Bantarkalong Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya”. Jurnal Artefak, 1 (1), 100-109.
Lombard, D. (1992). Wawasan Ruang dan Waktu di Kepulauan Nusantara. (T. d. Alfian, Penyunt.) Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Lubis, N. H. (2011). Sejarah Kabupaten Karawang. Karawang: Pemerintah Kabupaten Karawang Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Ricklefs, M. (2008). Sejarah Indonesia modern 1200-2004. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.
Rusyana, Y. d. (2000). Prosa tradisional: Pengertian, klasifikasi, dan teks. Jakarta: Pusat Bahasa.
Saddhono, d. (2016). Dialektika Islam dalam Mantra sebagai Bentuk Kearifan Lokal Budaya Jawa. Jurnal Akademika, 21 (1), 83-98.
Saefudin. (2015). “Legenda Banjar sebagai Sarana Dakwah Keagamaan”. Jurnal Metasastra, 8 (2), 289-302.
Spradley, J. (2006). Metode etnografi. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Sudikan, S. (2015). Metode Penelitian Sastra Lisan. Lamongan: Pustaka Ilalang.
Sunanto, M. (2012). Sejarah Peradaban Islam Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Syafrizal, A. (2015). Sejarah Islam Nusantara. Jurnal Islamuna, 235-253.
Syatibi, M. (2012). Penyebar Islam di Pantai Utara Jawa: Mengungkap Peran Syekh Quro Karawang. Jurnal Lektur Keagamaan, 10 (1), 51-74.
Todorov, T. (1985). Tata sastra. (d. Okke K.S. Zaimar, Penerj.) Jakarta: Djambatan.
Zailani, d. (2011). Genealogi Intelektual Ulama Betawi (Melacak Jaringan Ulama Betawi dari Awal Abad ke-19 sampai Abad ke-21). Jakarta: Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (Jakarta Islamic Centre).