Peran Ayah Terhadap Frekuensi Kunjungan ke Posyandu dan Status Gizi Balita
Kata Kunci:
Kunjungan ke Posyandu, Peran Ayah, Status Gizi BalitaAbstrak
Peran seorang ayah menjadi salah satu faktor tidak langsung permasalahan gizi balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran ayah terhadap kunjungan ke posyandu dan status gizi balita usia 2-5 tahun di Kecamatan Pangkalan Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan pengambilan sampel sebanyak 121 ayah dengan balita usia 2-5 tahun di wilayah kerja Posyandu Puskesmas Pangkalan Karawang menggunakan instrument Fatherhood Scale (FS) dan Standar Antropometri Kementerian Kesehatan RI. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan hasil p-value 0,006 terdapat hubungan yang signifikan antara peran ayah dengan kunjungan ke posyandu dan tidak terdapat hubungan yang signifikan peran ayah terhadap status gizi pada balita usia 2-5 tahun dengan p value=0.062. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat peran ayah maka semakin baik juga kunjungan ke posyandu dan peran ayah yang baik tidak berdampak secara langsung terhadap status gizi balita. Hal ini menjadi penting melibatkan ayah dalam pengasuhan gizi balita sebagai bentuk upaya preventif masalah status gizi anak dengan meningkatkan peran serta ayah dalam kunjungan ke posyandu.
Referensi
Akram, S., Zahid, F. & Pervaiz, Z. (2024). Socioeconomic determinants of early childhood development: evidence from Pakistan. J Health Popul Nutr 43, 70. https://doi.org/10.1186/s41043-024-00569-5
Andri, M. Sudirman, Handayani Sam. (2023). Analisis Rendahnya Kunjungan Ibu yang Mempunyai Balita ke Posyandu di Kelurahan Pasangkayu Wilayah Kerja Puskesmas Pasangkayu 1 Kabupaten Mamuju Utara. Jurnal Kolaboratif Sains (JKS), 6(6), 544-551.
Astutik, A. L. D. (2023). Hubungan Dukungan Suami dengan Motivasi Ibu Baduta (18-24 Bulan) Datang ke Posyandu Krajan Balai Desa Sapikerep: The Relationship between Husband's Support and Two-Year-Old Baby's Mother's Motivation (18-24 months) Came to Posyandu Krajan Sapikerep Village Hall. ASSYIFA: Jurnal Ilmu Kesehatan, 1(1), 169-180.
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 diakses pada:https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/ski-2023-dalam-angka/
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, (2020). Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak. Jakarta: BKKBN.
Badan Pusat Statistik. (2022). Profil anak usia dini 2022. Badan Pusat Statistik.
Bawa, S. G., & Haldeman, L. (2024). Fathers Nutrition Knowledge and Child Feeding Practices Associated with Childhood Overweight and Obesity: A Scoping Review of Literature From 2000 to 2023. Global pediatric health, 11, 2333794X241263199.https://doi.org/10.1177/2333794X241263199.
Bodunde, O. T., Sholeye, O. O., Jeminusi, O. A., Ajibode, H. A., Otulana, T. O., & Adebayo, E. O. (2023). Fathers’ involvement in the healthcare of their children: a descriptive study in southwest Nigeria. Egyptian Pediatric Association Gazette, 71(1), 29. https://doi.org/10.1186/s43054-023-00174-x
Cabrera, N. J., Volling, B. L., & Lamb, M. E. (2020). Father Involvement and Child Development in the Early Years. Child Development Perspectives, 14(3), 160-165.
Clarkson, G. (2016). Factors Influencing Paternal Involvement in the Neonatal Intensive Care Unit. Vanderbilt University.
Dinas Kesehatan Provinsi DIY. (2023). Paguyuban Ayah Peduli Cekatan Rajin Dukung Cegah Stunting (“Papi Cerdas”). Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta
Dinas Kesehatan Kab. Karawang. (2024). Electronic- Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) bulan september 2024. Karawang: Bidang Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Kab. Karawang.
Girma, D., Teshome, D., Kaso, A. W., & Kaso, M. (2023). Growth monitoring and promotion services utilization and associated factors among children less than two years of age in Digelu Tijo district, south-central Ethiopia. Clinical Epidemiology and Global Health, 19, 101203.
Hardiningrum, A., Shari, D., Rihlah, J., & Rulyansah, A. (2024). Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Anak Usia Dini. Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 5(2), 410-423.
Hartatik, H., Yuswatiningsih, E., & Yamamah, M. A. M. (2024). Peran Ayah dengan Status Gizi pada Anak Balita Usia 4-5 tahun di Taman Kanak-Kanak. Nursing Information Journal, 4(1), 1-9.
Hedo, DJ. (2020) Father Involvement di Indonesia. Surabaya: Airlangga University Press.
Irawan, W. (2024). Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak di Keluarga Urban. Harakat an-Nisa: Jurnal Studi Gender dan Anak, 9(1), 11-22.
Jannah, M. F. (2016). Hubungan antara pengetahuan dan tindakan pencegahan ibu dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Tikala Baru Kota Manado. Pharmacon, 5(3).
Januarti, L. F., & Hidayathillah, A. P. (2020). Parenting Culture on The Role of Father in Prevention of Stunting in Toddlers. Babali Nursing Research, 1(2), 81-90. https://doi.org/10.37363/bnr.2020.1211.
Kementerian Kesehatan RI, (2020). Pedoman Pencegahan dan Tatalaksana Gizi Buruk Pada Balita. Jakarta: Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI.
Lamb, M. E., & Lewis, C. (2010). The development and significance of father-child relationships in two-parent families. The role of the father in child development, 5(94), 153.
Maree, J. G. (2022). The psychosocial development theory of Erik Erikson: critical overview. The influence of theorists and pioneers on early childhood education, 119-133.
Masrifah, A. S. (2019). Analisis Faktor Determinan Terhadap Kunjungan Balita (12 – 59 Bulan) Ke Posyandu Di Wilayah Kerja Puskesmas Arjasa. Universitas Jember.
Mkhize, M., & Sibanda, M. (2020). A Review of Selected Studies on the Factors Associated with the Nutrition Status of Children Under the Age of Five Years in South Africa. International journal of environmental research and public health, 17(21), 7973. https://doi.org/10.3390/ijerph17217973
Muslihatun, W. N., & Santi, M. Y. (2022). Faktor yang mempengaruhi keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak usia dini. Window of Health: Jurnal Kesehatan, 404-418.
Norman, H. (2017). Paternal involvement in childcare: how can it be classified and what are the key influences?. Families, Relationships and Societies, 6(1), 89-105.
Pakpahan, M., Siregar, D., Susilawaty, A., Tasnim, T., Ramdany, R., Manurung, E. I., ... & Maisyarah, M. (2021). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Yayasan Kita Menulis.
Palkovitz, R. (2019). Expanding our focus from father involvement to father–child relationship quality. Journal of Family Theory & Review, 11(4), 576–591. https://doi.org/10.1111/jftr.12352
Polit, D. F., & Beck, C. T. (2022). Essentials of nursing research: Appraising evidence for nursing practice (10th ed.). Wolters Kluwer.
Prabandani. 2018. Hubungan Dukungan Suami Dengan Tingkat Kecemasan Ibu Menghadapi Menopause Di Perumahan Griya Cipta Laras Wonogiri. Program Studi DIV Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Pratiwi, N. A., Santoso, H., & Wahyuni, S. (2022). Hubungan Dukungan Ayah dengan Kunjungan Posyandu dan Status Gizi Balita di Jawa Timur. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(1), 23-34.
Rahmadiyah et al. (2024).Resilience With Stunted Children Aged Below 5 Years: A Qualitative Study in Depok City, Indonesia. Global Qualitative Nursing Research. 2024;11. doi:10.1177/23333936231221753.
Rehing, E. Y., Suryoputro, A., & Adi, S. (2021). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kunjungan Ibu Balita Ke Posyandu: Literatur Review. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 12(2), 256-262.
Sambo, M., Cintasari, F., & Maria, G. (2020). Hubungan Pola Makan Dengan Status Gizi Pada Anak Usia Prasekolah. Juni, 11(1), 423–429. https://doi.org/10.35816/jiskh.v10i2.316.
Santrock, J. W. (2015). Life-span development (p. 800). New York: McGraw-Hill
Santrock, J. W. (2015). Life-span development (p. 800). New York: McGraw-Hill
Sari, R. P., Widiyanto, & Kusumaningrum, R. (2021). Hubungan Peran Ayah terhadap Status Gizi Balita di Kota Yogyakarta. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 10(2), 45-56.
Sholikah, A. S., Rustiana, E. R., & Yuniastuti, A. (2017). Faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita di pedesaan dan perkotaan. Public Health Perspective Journal, 2(1).
Sugianti, E., Putri, B. D., & Buanasita, A. (2024) Peran Ayah terhadap Kejadian Stunting pada Balita di Pedesaan. Amerta Nutrition, 8(2), 214–221.
Tahapary, P.A, Siti .C, Imami N.R. (2023). Peran Ayah Terhadap Status Gizi Balita. Journal of Telenursing (JOTING,) 5 (1), 1205-1214.
Thamaria, N. (2017). Bahan Ajar Gizi Penilaian Status Gizi. Jakarta: Pusat Pendidikan Sumber daya Manusia Kesehatan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia RI.
UNICEF. (2019). The changing face of malnutrition. The state of the world’s children 2019.
UNICEF. (2020). Nutrition for Every Child: UNICEF Nutrition Strategy 2020-2030. Oxford University of Brief. New York: UNICEF
UNICEF. (2022). Country office annual report 2021: Indonesia. UNICEF Indonesia.
Wirth, J. P., Rohner, F., Petry, N., Onyango, A. W., Matji, J., Bailes, A., de Onis, M., and Woodruff, B. A. (2017) Assessment of the WHO Stunting Framework using Ethiopia as a case study. Maternal & Child Nutrition, 13: e12310. doi: 10.1111/mcn.12310.
World Health Organization. (2021). Indicators for Assessing Infant and Young Child Feeding Practices. Geneva: WHO.
World Health Organization. (2023). World Health Statistics 2023; Monitoring health for the SDGs. Geneva: World Health Organization.
Yuliana, R., Kusumastuti, R., & Hidayah, N. (2021). Peran Ayah dalam Kesehatan Balita: Studi di Wilayah Perkotaan Jawa Barat. Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia, 13(2), 56-67.
Zuhri, S., & Amalia, D. (2022). Ketidakadilan gender dan budaya patriarki di kehidupan masyarakat Indonesia. Murabbi: Jurnal Ilmiah Dalam Bidang Pendidikan, 5(1), 17-41.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Mardani, Dwi Cahya Rahmadiyah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.