Kontaminasi Kadmium (Cd) Terhadap Kerapatan Azotobacter dan Pseudomonas Pada Media Tanam Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes)

Penulis

  • Dr. Vera Oktavia Subardja, S.P., M.Si.
  • Elsi Diannitta Sinaga, S.P
  • Bastaman Syah, Ir., M.Si.

Kata Kunci:

Azotobacter, Cd, Eceng Gondok, Pseudomonas

Abstrak

Kadmium (Cd) merupakan salah satu logam berat yang berada di lingkungan serta memiliki efek toksik yang tinggi dalam konsentrasi yang rendah. Lingkungan yang terkontaminasi Cd dapat diperbaiki kembali dengan sistem pengolahan limbah logam berat dengan pendekatan bioremediasi. Bakteri penghasil eksopolisakarida (EPS) yang berperan dalam mengkelat logam dapat digunakan sebagai agen bioremediasi seperti Azotobacter dan Pseudomonas. Penelitian bertujuan untuk menunjukkan efektivitas pupuk hayati terhadap populasi Azotobacter dan Pseudomonas pada media yang terkontaminasi logam berat Cd. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yang terdiri atas 9 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Perhitungan data dianalisis menggunakan analisis uji F pada taraf 5%. Apabila hasil uji F perlakuan menunjukkan hasil perbedaan yang berbeda nyata, maka dilakukan analisis uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata terhadap populasi Azotobacter dan Pseudomonas, serta akumulasi Cd pada akar. Perlakuan D (8 ppm Cd (25 ml Azotobacter)) memberikan hasil tertinggi terhadap populasi total Azotobacter (407,547 CFU/ml) dan akumulasi logam Cd pada akar paling rendah (0,649 mg/kg). Sedangkan perlakuan B (8 ppm Cd (50 ml/l Pseudomonas + 25 ml/l Azotobacter) memberikan hasil tertinggi terhadap populasi total Pseudomonas (353,703 CFU/ml). Perlakuan Inokulasi pupuk hayati Azotobacter dan Pseudomonas mampu resisten terhadap media yang terkontaninasi logam Cd hingga 16 ppm, mampu menurunkan akumulasi logam Cd pada akar tanaman, dan dapat digunakan dalam bioremediasi logam Cd pada media yang terkontaminasi Cd.

Referensi

Al-hayah, C. N., Budiyanto, S., dan Fuskhah, E. (2023). Fitoremediasi Lahan Tercemar Pb menggunakan Helianthus annuus L . dengan Bacillus subtilis dan Pseudomonas aeruginosa. Research Article, 2(2), 34–43.

Andira, P. (2021). Aplikasi Mikroba Rhizosfer Dalam Penurunan Kadar Logam Berat Cd Dengan Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merill) dan Rumput Gajah (Pennisetum purpureum Schaum). In Institusional Repository UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Anggraeni, A., dan Triajie, H. (2021). Uji Kemampuan Bakteri ( Pseudomonas aeruginosa) Dalam Proses Biodegradasi Pencemaran Logam Berat Timbal (Pb), di Perairan Timur Kamal Kabupaten Bangkalan. Juvenil:Jurnal Ilmiah Kelautan Dan Perikanan, 2(3), 176–185. https://doi.org/10.21107/juvenil.v2i3.11754

Astutik, L. W. (2015). Resistensi dan Potensi Azotobacter Sebagai Bioremoval Timbal (Pb). Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Erni., R. H. (2011). Biosorpsi Kadmium dan Komposisi Eksopolisakarida Azotobacter sp Pada Dua Konsentrasi CdCl2. Agrinimal, 1(1), 33–37.

Farida, A. N. (2016). Peran Bakteri Bacillus Cereus dan Pseudomonas Putida Dalam Bioremediasi Logam Berat (Fe, Cu, dan Zn) Pada Tanah Tercemar Minyak Bumi. Institut Teknologi Sepuluh November.

Gomez, K. A., dan Gomez, A. A. (2010). Prosedur Statistik untuk Penelitian Pertanian. Diterjemahkan oleh Sjamsuddin, E., Baharsjah J.S. Didampingi oleh: Nasution, A.H., Universitas Indonesia (UI-Press).

Hindersah, R. (2017). Azotobacter chroococcum dan Pembenah Tanah Untuk Menurunkan Serapan Kadmium Oleh Tanaman Padi (Oryza sativa L.). Ilmu Budidaya Tanaman, 1(2), 91–169.

Hindersah, R., Arief, D. H., Soemitro, S., dan Gunarto, L. (2009). Pengaruh CdCl2 terhadap Produksi Eksopolisakarida dan Daya Hidup Azotobacter. Jurnal Natur Indonesia, 12(1), 34. https://doi.org/10.31258/jnat.12.1.34-37

Imron, M. F., dan Purwanti, I. F. (2016). Uji Kemampuan Bakteri Azotobacter S8 dan Bacillus subtilis untuk Menyisihkan Trivalent Chromium (Cr3+) pada Limbah Cair. Jurnal Teknik ITS, 5(1). https://doi.org/10.12962/j23373539.v5i1.14854

Oedjijono, Ryandini, D., dan P. R, R. R. (2015). Biosorpsi dari Cadmium (Cd) oleh Azotobacter yang Diisolasi Dari Tanah Pasir Besi. Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia 2015, 287–292.

Prasidya, D. A., dan Zulaika, E. (2015). Viabilitas Azotobacter A1a, A3, dan A9 pada Medium yang Terpapar Logam Cadmium (Cd). Jurnal Sains Dan Seni ITS, 4(2), 91–95.

Pratiwi, C., Zuhair, F., Studi, P., Lingkungan, T., dan Efarina, U. (2019). Uji Kemampuan Bakteri Azotobacter Dalam Proses Penyisihan Logam Kromium Pada Tanah Tercemar Kromium. Jurnal Teknik Unefa: Bunga Rampai Teknik Lingkungan, Teknik Informatika Dan Teknik Elektro, 5(1), 3–6.

Rachmaningrum, M., Wardhani, E., dan Pharmawati, K. (2015). Konsentrasi Logam Berat Kadmium ( Cd ) pada Perairan Sungai Citarum Hulu Segmen. Jurnal Online Institut Teknologi Nasional, 3(1), 1–11.

Rahayu, D. R., dan Mangkoedihardjo, S. (2022). Kajian Bioaugmentasi Untuk Menurunkan Konsentrasi Logam Berat Di Wilayah Perairan Menggunakan Bakteri (Studi Kasus Pencemaran Merk. Jurnal Teknik ITS, 11(1).

Rahayu, N. M. (2017). Uji Kemampuan Bakteri Azotobacter Dalam Proses Penyisihan Logam Kromium Pada Tanah Tercemar Kromium. Institut Teknologi Sepuluh November.

Rasulov, B. A., Yili, A., dan Aisa, H. A. (2013). Biosorption of Metal Ions by Exopolysaccharide Produced by Azotobacter chroococcum XU1. Journal of Environmental Protection, 04(09), 989–993. https://doi.org/10.4236/jep.2013.49114

Sairin, E. M., Attahahara, H., dan Kurniansyah, D. (2022). Responsivitas Pemerintah Daerah Dalam Pemulihan Pencemaran Limbah Cair Industri Di Sungai Citarum: Studi Pada Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan Kabupaten Karawang. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 8(15), 395–404.

Sinha, S., dan Mukherjee, S. K. (2009). Pseudomonas aeruginosa KUCd1, A possible candidate for cadmium bioremediation. Brazilian Journal of Microbiology, 40(3), 655–662. https://doi.org/10.1590/s1517-83822009000300030

Sugiarti, dan Allo, E. L. (2009). Pengaruh Konsentrasi Cd , Pb dan Lama Penanaman Terhadap Penyerapan Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes). Jurnal Chemica, 10(2), 24–31.

Suryatmana, P., Kardena, E., dan Ratnaningsih, E. (2007). Improving the Effectiveness of Crude-Oil Hydrocarbon Biodegradation Employing Azotobacter chroococcum as Co-Inoculant. MIcrobiology Indonesia, 1(1), 5–10. https://doi.org/10.5454/mi.1.1.2

Suryatmana, P., Setiawati, M. R., Kamaluddin, N. N., dan Herdiyantoro, D. (2022). Efektifitas Azotobacter sp. dan Pseudomonas sp. Pada tanaman sorgum (Shorgum bicolor L.) dalam proses fitoremediasi limbah minyak bumi. Jurnal AGRO, 9(2), 293–307. https://doi.org/10.15575/20146

Yuliani, E. (2019). Fitoremediasi Limbah Pelumas Bekas Menggunakan Tanaman Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) dengan Variasi Penambahan Pupuk. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-31

Terbitan

Bagian

PERIODA

Cara Mengutip

Kontaminasi Kadmium (Cd) Terhadap Kerapatan Azotobacter dan Pseudomonas Pada Media Tanam Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes). (2025). Jurnal Ilmiah Dan Kajian Akademik, 3(02), 198-205. https://jika.karawangkab.go.id/jika/article/view/173

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama