Tata Kelola Manajemen Risiko Rumah Sakit dalam Perspektif Penguatan Layanan Publik Kesehatan Daerah
Kata Kunci:
Pemerintahan, Keselamatan Pasien, Layanan Publik Kesehatan, Manajemen Risiko Rumah Sakit, Tata KelolaAbstrak
Penguatan layanan publik kesehatan daerah tidak cukup dilakukan melalui perluasan akses dan pembiayaan. Rumah sakit daerah juga memerlukan tata kelola risiko yang mampu menjaga mutu, keselamatan pasien, ketahanan operasional, dan kepercayaan masyarakat. Artikel ini bertujuan menganalisis tata kelola manajemen risiko rumah sakit sebagai bagian dari penguatan layanan publik kesehatan daerah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi dokumen, telaah kebijakan, dan survei primer kepada 35 responden dari unsur direksi, manajemen, staf pelayanan, tim mutu, dan tim manajemen risiko rumah sakit. Instrumen survei terdiri atas 30 item skala Likert yang mencakup enam dimensi tata kelola risiko dan 5 item penilaian strategis mengenai pengaruh tata kelola risiko terhadap layanan publik kesehatan. Hasil survei menunjukkan seluruh dimensi berada pada kategori tinggi. Rerata tertinggi terdapat pada pengalaman pasien dan aksesibilitas layanan sebesar 4,06, diikuti sistem tata kelola risiko rumah sakit sebesar 4,01, keselamatan pasien sebesar 3,97, risiko epidemiologis sebesar 3,94, kepemimpinan dan komitmen manajemen sebesar 3,90, serta ketahanan operasional sebesar 3,88. Nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,977 menunjukkan konsistensi internal instrumen yang sangat kuat. Temuan ini memperkuat argumen bahwa tata kelola manajemen risiko bukan sekadar perangkat administratif, melainkan fondasi untuk menjaga keselamatan pasien, kesinambungan layanan, mutu pelayanan, dan kepercayaan publik. Artikel ini menegaskan kebaruan berupa model tata kelola risiko multidimensi yang menghubungkan perluasan akses layanan, empat dimensi risiko utama, dan penguatan layanan publik kesehatan daerah
Referensi
standard/65694.html
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Bahas draft RPMK, Ditjen Yankes gandeng Komite Nasional Mutu. https://keslan.kemkes.go.id/read/2003/bahas-draft-rpmk-ditjen-yankes-gandeng-komite-nasional-mutu
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2026). Lindungi tenaga medis dan tenaga kesehatan, Kemenkes keluarkan surat edaran kewaspadaan campak. https://kemkes.go.id/id/lindungi-tenaga-medis-dan-tenaga-kesehatan-kemenkes-keluarkan-surat-edaran-kewaspadaan-campak
Pemerintah Kabupaten Karawang. (2026). Pemkab Karawang raih penghargaan UHC Awards kategori Madya atas komitmen pelayanan kesehatan. https://karawangkab.go.id/berita/pemkab-karawang-raih-penghargaan-uhc-awards-kategori-madya-atas-komitmen-pelayanan-kesehatan
Radar Karawang. (2026). DPRD usul parkir RSUD Karawang gratis untuk ringankan beban pasien. https://radarkarawang.id/dprd-usul-parkir-rsud-karawang-gratis-untuk-ringankan-beban-pasien/
World Health Organization. (2021). Global patient safety action plan 2021-2030: Towards eliminating avoidable harm in health care. https://www.who.int/publications/i/item/9789240032705
World Health Organization. (2024). Strengthening integrated, people-centred health services: Report by the Director-General. https://apps.who.int/gb/ebwha/pdf_files/WHA77/A77_32-en.pdf
World Health Organization. (2025a). Quality health services. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/quality-health-services
World Health Organization. (2025b). Quality of care. https://www.who.int/health-topics/quality-of-care
Tim Penulis. (2026). Data primer survei tata kelola manajemen risiko rumah sakit. Data tidak dipublikasikan
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Iwan Ariyanto, dr., MM

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.